KALORIMETER
Laboratorium Fisika Dasar 1, Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Alauddin Makassar
Abstrak
Telah dilakukan praktikum fisika dasar I dengan judul percobaan “Kalorimeter.” Praktikum ini dilaksanakan di Laboratorium Fisika Dasar Jurusan Pendidikan Fisika. Praktikum ini bertujuan untuk menentukan besarnya kalor jenis berbagai jenis benda (aluminium, besi, dan kuningan) dan menentukan kalor lebur es. Alat yang digunakan yaitu kalorimeter untuk mengukur besarnya kalor jenis suatu zat serta kalor lebur es. variabel yang digunakan pada percobaan ini yaitu variabel manipulasi, variabel tetap, dan variabel kontrol. Pada kegiatan l variabel manipulasinya yaitu jenis benda, variabel tetapnya yaitu suhu campuran air panas + air dingin dan berbagai jenis benda, variabel kontrolnya yaitu kalorimeter kosong, massa kalorimeter + air, massa air, suhu awal air. Pada kegiatan ll variabel responnya yaitu kalor lebir es dan variabel kontrolnya yaitu volume air, manipulasi tidak ada. Kesimpulan yang diperoleh yaitu untuk menentukan kalor jenis berbagai jenis benda yaitu membagikan kalor dengan massa benda dikali dengan selisih suhunya. Dan untuk menentukan besanya kalor lebur es yaitu mengalikan massa air dengan jumlah lebur es
Kata kunci: Kalorimeter, kalor, kalor jenis berbagai jenis benda, kalor lebur es, kapasitas kalor.
TUJUAN
Tujuan dari percobaan ini yaitu sebagai berikut :
1. Mahasiswa dapat menentukan besarnya kalor jenis berbagai jenis benda (Aluminium, Kuningan, Dan Besi)
2. Mahasiswa dapat menentukan besarnya kalor lebur es.
METODOLOGI EKSPERIMEN
latar Belakang
Kalor merupakan cabang ilmu fisika di sub maeri termodinamika, dimana termodinamika merupakan studi mengenai perpindahan energi yag melibatkan panas, kerja mekanik, dan aspek lainnya dari energi, serta bagaimana perbindahan tersebut dihubungkan ke sifat benda. Termodinamika membentuk bagian yang tidak terpisahkan dari dasar fisika, kimi, dan biologi. Aplikasinya digunakan dalam berbagai macam hal seperti mesin mobil, sistem pendingin, proses biokimia, dan struktur bintang-bintang.
Dengan kata lain, kalor yang diterima suatu zat berarti zat tersebut suhunya rendah dan kalor yang dilepaskan suatu zat berarti zat tersebut suhunya tinggi. Dalam percobaan ini dilakukan dengan menggunakan kalorimeter. Kalorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kalor jenis atau energi panas. Pertukaran energi yang terjadi dalam kalorimeter merupakan pengukuran kuantitatif dan dapat dilakukan dalam sistem tertutup.
Berdasarkan latar belakang yang tertera diatas, dilakukanlah suatu percobaan dengan judul Kalorimeter agar kita dapat menentukan besarnya suatu kalor jenis berbagai jenis benda (Aluminium, Kuningan, dan Besi) dan kita mampu menentukan besarnya suatu kalor lebur es.
Ulasan Teori
A. Kalor
Kalor adalah salah satu bentuk energi.Pada bentuk yanh suhunya lebih tinggi ditentukan dengan benda yang suunya lebih rendah cepat atau lambat benda yang suhunyalebih tinggi mengalami penurunan suhu, sedangkan benda yang mempunyai sihuyang lebih rendah mengalami kenaikan suhu. Ini berarti ada energi yang berpindah dari benda yang suhunya lebih rendah akan menerima kalor dari benda yang suhunya lebih tinggi. Energi yang dipindahkan disebut dengan energi bentuk kalor. Jadi, Kalor dapat dikatakan sebagai energi yang pidah bila bendayang suhunya lebih tinggi berentuhan dengan benda yang bersuhu rendah. ( Said, 2007:136).
Air dapat mengalami perubahan fase dalam tiga bentuk, yaitu padat, cair, dan gas. Untuk setiap jenis fase ini respon hubungan kalor dan temperaturnya berbeda-beda. Kalor atau naiknya temperatur akan mengakibatkan berubahnya fase suatu zat. Seperti terdapat beberapa peristiwa yang menandakan suatu perubahan wujud suatu zat salah satu diantaranya adalah peristiwa meleburnya es. (Tipler, 1999:236).
Kalor lebur adalah jumlah kalor yang diperlukan suatu zat untuk meleburkan dari zat padat menjadi cair tiap satu satuan massa pada temperaturetetap. Dari beberapa teori diketahui kalor lebur air pada temperatur 0 oC adalah 80 kal/gram. (Halliday, 2010:122).
a. Kalor jenis
Dari semua satuan, satuan yang paling mudah untuk menentukan jumlah zat adalam mol, dimana :
1 mol = 6,02 x 10 23 Dasar
Dari benda apapun. Jadi 1 mol alumunium berarti 6,02 x 1023 atom (atom adalah satuan dasar).
b. Kalor Transformasi
Ketika energi diserap sebagai kalor oleh zat padat atau cair, suhu dari sampel tidak selalu naik. Sebaliknya, sampel dapat berubah dari satu fasa atau keadaan, dll. Suatu benda dapat terbagi menjadi tiga keadaan umum. Pada keadaan padat, moelkul-molekul sampel terkunci dalm struktur yang kuat oleh tarikan antar molekul tersebut. Dalam keadaan cair, molekul memiliki lebih banyak energi dan bergerak. Molekul tersebut dapat membentuk ikatan secara singkat, tapi sampel tidak memiliki struktur yang kaku dan dapat mengalir atau menetap menyesuaikan wadahnya. Dalam keadaan gas atau uap, keadaan dari molekul memiliki energi lebih bebas satu sama lain, dan dapat mengisi volume suatu wadah secara menyeluruh. (Halliday, 2010: 522-523).
Untuk menghitung banyaknya kalor yang diterima atau dilepas, dapat menggunakan rumus sebagai berikut:
Q = mc AT ( T a - T o ) ( 1 )
Dimana :
Q = Jumlah kalor yang diperlukan (kal)
m = massa zat (gram)
c = kalor jenis zat (kal/groC)
Ta= suhu akhir zat (oC)
T = Suhu dari-dari ( atau C)
c. Kalor lebur
Pernahkah Anda mendengar atau menerima informasi tentang peristiwa mencairnya gunung-gunung es di kutub utara akibat pemanasan global? Mencair atau meleburnya es di kutub utara disebabkan oleh adanya pemanasan. Jika benda mengalami peleburan, perubahan wujud yang terjadi adalah dari wujud zat padat menjadi zat cair. Dalam hal ini, akan terjadi penyerapan kalor pada benda. Adapun perubahan wujud zat dari cair ke padat disebut sebagai proses pembekuan. Dalam hal ini, akan terjadi proses pelepasan kalor. Besarnya kalor yang dibutuhkan pada saat peleburan dan besarnya kalor yang dilepaskan dalam proses pembekuan adalah sama. Perumusan untuk kalor peleburan dan pembekuan sama dengan perumusan pada kalor penguapan dan pengembunan, yakni sebagai berikut.
Q = m L
dengan:
Q = kalor yang dibutuhkan saat peleburan atau kalor yang dilepaskan saat pembekuan,
m = massa zat, dan
L = kalor laten peleburan atau pembekuan
(Aip S, 2009: 115)
d. Kapasitas kalor
Jumlah kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu yang sama dari suatu benda tentu saja berbeda dibandingkan dengan benda lain. Perbandingan antara jumlah kalor yang diberikan dengan kenaikan suhu suatu benda disebut dengan kapasitas kalor dan diberi simbol dengan C. Kapasitas kalor suatu benda adalah jumlah kalor yang diperlukan atau dilepaskan jika suhu benda tersebut dinaikkan atau diturunkan satu Kelvin atau satu derajat Celsius. Kapasitas kalor (C) zat didefinisikan sebagai nisbah (perbandingan) antara kalor yang diberikan pada zat dengan kenaikan suhu zat yang diakibatkan oleh pemberian kalor tersebut, yaitu:
(2)
dengan:
C = kapasitas kalor zat, (J/K atau J/ oC atau kal/o C)
Q = jumlah kalor yang diberikan pada zat ( joule (J) atau kal)
∆T = perubahan suhu zat, (K atau oC)
Hubungan antara kapasitas kalor C dengan kalor jenis c suatu zat dapat diperoleh dengan menggunakan persamaan (1)dan (2) sehingga diperoleh:
C = m (3)
Satuan kalor dalam sistem SI adalah joule atau J. Dalam hal-hal tertentu satuan kalor sering antara joule dan kalori. Konversi satuan dari joule ke kalori adalah: 1 kalori = 4,18 joule atau 1 joule = 0,24 kalori. (haryono, 2009: 112)
e. Kalor uap
Kalor penguapan adalah kalor yang dibutuhkan oleh suatu zat untuk menguapkan zat tersebut. Jadi, setiap zat yang akan menguap membutuhkan kalor. Adapun kalor pengembunan adalah kalor yang dilepaskan oleh uap air yang berubah wujud menjadi air. Jadi, pada setiap pengembunan akan terjadi pelepasan kalor. Besarnya kalor yang dibutuhkan pada saat penguapan dan kalor yang dilepaskan pada saat pengembunan adalah sama. Secara matematis, kalor penguapan dan pengembunan dapat dituliskan sebagai berikut.
Q = m L (4)
dengan:
Q = kalor yang dibutuhkan saat penguapan atau kalor yang dilepaskan saat pengembunan,
m = massa zat, dan
L = kalor laten penguapan atau pengembunan.
(Aip, 2009: 114)
f. Diagram kalor
Analisis grafik perubahan wujud pada es yang dipanaskan sampai menjadi uap. Dalam grafik ini dapat dilihat semua persamaan kalor digunakan.
Keterangan :
Pada Q1 es mendapat kalor dan digunakan menaikkan suhu es, setelah suhu sampai pada 0 C kalor yang diterima digunakan untuk melebur (Q2), setelah semua menjadi air barulah terjadi kenaikan suhu air (Q3), setelah suhunya mencapai suhu 100 C maka kalor yang diterima digunakan untuk berubah wujud menjadi uap (Q4), kemudian setelah berubah menjadi uap semua maka akan kembali terjadi kenaikan suhu kembali (Q5)
A. Asas Black
Asas Black dapat diartikan sebagai kalor yang diterima sama dengan kalor yang dilepaskan. Dengan kata lain, kalor yang diterima berarti zat tersebut suhunya rendah dan kalor yang dilepaskan berarti zat tersebut suhunya tinggi. (Halliday, 2010: 522-523).
Rumus Dasar Black:
Qlepas = QTerima (5)
Bila dua benda atau lebih mempunyai suhu yang berbeda-beda dan saling bersinggungan, maka akhirnya kedua benda tersebut akan berada dalam kesetimbangan (mempunyai suhu yang sama). Hal ini terjadi disebabkan karena adanya perpindahan kalor di antara benda-benda tersebut. Benda yang suhunya tinggi melepaskan kalor, sedangkan benda yang suhunya rendah akan menyerap kalor. Jumlah kalor yang dilepas dan diterima telah dinyatakan oleh Joseph Black dalam suatu azas yang disebut “Asas Black” atau hukum pertukaran panas. Kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu kalorimeter sebesar 1 pada air dengan massa 1 gram disebut tetapan kalorimetri.“Jumlah kalor yang diterima sama dengan jumlah kalor yangdilepaskan”.
B. Perubahan Wujud Zat
Karena pengaruh kalor wujud gas suatu Zat akan mengalami perubahan wujud dari dari padat, wujud cair, dan wujud gas. Perbahan wujud zat tersebut dapat diperlihatkan seperti pada gambar berikut:
Gambar 1.1 skema proses perubahab wujud zat
Dari skema diatas, bahwa proses dari perubahan wujud dari gas, cair maupun padat. Skema diata menjelaskan bahwa untuk mengubah wujud suatu zat diperlukan kalor. Tetapi apakah pada saat terjadi perubahan wujud, suhu suatu benda itu naik atau turu. Jawabannya keduannya benar karena dalam proses perubahan wujud ada yang ketika suhunya naik akan berubah, dan ada pula ketika suhuna turun akan berubah wujudnya (Said, 2007:140).
Alat dari Bahan
1. Alat
a. Kalorimeter 1 Buah
b. Neraca Digital 1 Buah
c. Termometer 2 Buah
d. Gelas Ukur 250 mL 2 Buah
e. Gelas Kimia 500 mL 1 Buah
f. Kaki Tiga + Asbe s 1 Set
g. Pembakar Spiritus 1 Buah
h. SATIF + clam 1 set
2. Bahan
a. Korek Gas 1 buah
b. Air Secukupnya
c. Batu adalah secukupnya
d. Aluminium Secukupmya
e. Besi Secukupnya
f. Kuningan Secukupnya
g. kain secukupnya
h. Tali Secukupnya
Identifikasi Variabel
Kegiatan I: menentukan kalor jenis berbagai jenis benda
1. Variabel manipulasi yaitu jenis benda (aluminium, besi dan kuningan )
2. Variabel respon yaitu suhu campuran (air panas+air dingin+aluminium), suhu campuran (air panas+air dingin+kuningan), suhu campuran (air panas+air dingin+besi)
3. Variabel kontrol yaitu massa air panas, kalorimeter kosong, massa kalorimeter + air, massa air, suhu awal air, suhu akhir air, kalor jenis air, massa air panas.
Kegiatan II` : menentukan besarnya kalor lebur es
1. Variabel manipulasi yaitu tidak ada
2. Variabel respon yaitu kalor lebur es
3. Variabel kontrol yaitu volume air
Definisi Operasional Variabel
Kegiatan I : menentukan kalor jenis berbagai jenis benda
1. Variabel maniipulasi
Jenis benda merupakan suatu bahan yang akan digunakan pda percobaan ini untuk diketahui suhunya, benda yang dimaksud disini adalah aluminium, besi dan kuningan.
2. Variabel respon
- Suhu campuran (air panas+air dingin+aluminium) merupakan derajat panas dingi yang dialami oleh aluminium yang sudah dicampuri oleh air panas dan air dingin.
- Suhu campuran (air panas+air dingin+kuningan) merupakan derajat atau panas dingin yang dialami oleh kuningan yang tercampuri oleh air panas dan air dingin.
- Suhu campuran (air panas+air dingin+besi) merupakan derajat atau panas dingin yang dialami oleh besi yang tercampuri air panas dan air dingin.
3. Variabel kontrol
- Massa air panas marupakan berat zat cair dalam hal ini air yang umumnya dinyatakan dengan satuan kilogram dimana air ini sudah dipanaskan.
- Kalorimeter kosong merupakan alat menghitung kalor jenis dan kalor lebur es dalam keadaan kosong.
- Massa kalorimeter + air merupakan berat kalorimeter dan zat cair.
- Massa air merupakan berat air yang digunakan
- Suhu awal air merupakan suhu mula-mula air sebelum dipanaskan
- Suhu akhir air merupakan suhu air setelah dipanaskan
- Kalor jenis air merupakan kalor yang diperlukan untuk menaikkan suhu.
Kegiatan II
1. Variabel manipulasi
2. Variabel respon
Kalor lebur es adalah panas yang terjadi pada suatu benda yang dapat mengubah bentuk wujud dari zat dalam suhu tetap
3. Variabel kontrol
Volume air yaitu banyaknya air yang akan dicampurkan dengan es batu dalam calorimeter.
Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada percobaan ini adalah sebagai berikut :
1. Percobaan kapasitas kalorimeter
a. Menyiapakan alat dan bahan.
b. Menimbang kalorimeter kosong ( m k ).
c. Mengisi kalorimeter dengan air ½ bagian kemudian menimbang massanya (mk + a).
d. Mengisi gelas kimia yang pertama dengan volume 75 ml untuk dimasukkan ke termometer.
e. Mengisi gelas kimia kedua sebanyak 100 ml untuk dipanaskan
f. Mengukur suhu kalorimeter + air (T1) yang volumenya 75 ml.
g. kemudian panaskan gelas kimia + air yang volumenya 100 ml hingga mendidih. Mencatat suhu air panas (T2).
h. Memasukkan air panas tadi dalam kalorimeter, kemudian mengaduk secara perlahan hingga merata.Mencatat suhu campuran (Tc).
i. Menimbang kembali massa kalorimeter bersama air campuran tadi (mk+c).
j. Mengulani langkah d sampai i dengan menambahkan kubus kuningan dalam kalorimeter .
k. Selanjutnya untuk jenis benda yang terakhir yaitu untu besi.
l. Mencatat semua hasil pengamatan pada tabel pengamatan.
2. Percobaan kalor lebur es
a. Menyiapakan alat dan bahan praktikum.
b. Menimbang massa kalorimeter kosong (m k ).
c. Mengisi kalorimeter dengan air hingga ½ bagian, kemudian menimbang massanya (mk+a)dan mencatat hasilpengukuran.
d. Mengukur suhu kalorimeter + air (T1).
e. Masukkan sepotong es kedalam kalorimeter. Kemudian mengaduk hingga es mencair seluruhnya. Tepat setelah es mencair mencatat suhunya (T2) pada tabel pengamatan.
f. Menimbang kembali massa kalorimeter bersama air campuran tadi (mk+c).
g. Membandingkan data hasil percobaan data hasil pengukuran kalor lebur es dengan tetapan kalor lebur es.
HASIL PENGAMATAN
1. Kegiatan 1 : menghitung kalor jenis beberapa jenis benda
Tabel 1 : Kalor jenis aluminium
NST Gelas ukur =25 mL
NST Neraca Digital =0,01 g
NST Termometer =1°C
Sebuah. Aluminium
Tidak
|
Besaran
|
Satuan
|
Nilai
|
1
|
Kalorimeter kosong
|
gram
|
122.275
|
2
|
Massa kalorimeter +air
|
gram
|
197.071
|
3
|
Massa udara
|
gram
|
74.796
|
4
|
Suhu awal air
|
o C
|
28
|
5
|
Suhu akhir air
|
o C
|
80
|
6
|
Suhu campuran
|
o C
|
58
|
7
|
Massa aluminium
|
gram
|
39.524
|
8
|
Kalor jenis air
|
Kal / gr
|
1
|
9
|
Massa kalorimeter + air + air panas
|
gram
|
292.854
|
10
|
Massa air panas
|
gram
|
95.873
|
b. Kuningan
Tidak
|
Besaran
|
Satuan
|
Nilai
|
1
|
Kalorimeter kosong
|
gram
|
122.275
|
2
|
Massa kalorimeter +air
|
gram
|
196.825
|
3
|
Massa udara
|
gram
|
74,55
|
4
|
Suhu awal air
|
o C
|
32
|
5
|
Suhu akhir air
|
o C
|
80
|
6
|
Suhu campuran
|
o C
|
58
|
7
|
Massa kuningan
|
gram
|
63.708
|
8
|
Kalor jenis air
|
Kal / gr
|
1
|
9
|
Massa kalorimeter + air + air panas
|
gram
|
294.598
|
10
|
Massa air panas
|
gram
|
97.773
|
c. Besi
Tidak
|
Besaran
|
Satuan
|
Nilai
|
1
|
Kalorimeter kosong
|
gram
|
122.275
|
2
|
Massa kalorimeter +air
|
gram
|
195.599
|
3
|
Massa udara
|
gram
|
73.324
|
4
|
Suhu awal air
|
o C
|
29
|
5
|
Suhu akhir air
|
o C
|
80
|
6
|
Suhu campuran
|
o C
|
59
|
7
|
Massa besi
|
gram
|
60.992
|
8
|
Kalor jenis air
|
Kal / gr
|
1
|
9
|
Massa kalorimeter + air + air panas
|
gram
|
291.321
|
10
|
Massa air panas
|
gram
|
95.722
|
2. Kegiatan 2 : kalor lebur es
Tabel 2 : kalor lebur es
NST termometer =1°C
NST Gelas Ukur =25mL
NST Neraca Digital=0,01 g
Tidak
|
Besaran
|
Satuan
|
Nilai
|
1
|
Kalorimeter kosong
|
gram
|
122.275
|
2
|
Massa kalorimeter +air
|
gram
|
221.273
|
3
|
Massa udara
|
gram
|
98.998
|
4
|
Massa sepotong es
|
gram
|
48.054
|
5
|
Suhu es
|
o C
|
-4
|
6
|
Suhu campuran(es + air + aluminium)
|
o C
|
4
|
7
|
Suhu akhir
|
o C
|
25
|
8
|
Kalor jenis air
|
Kal / gr
|
1
|
9
|
Massa campuran (es+air+aluminium)
|
gram
|
269.327
|
ANALISIS DATA
Analisis data pada percobaan ini adlah sebagai berikut :
Kegiatan 1 : menentukan kalor jenis beberapa jenis benda
1. Untuk logam aluminium
a. Benda yang melepaskan kalor adalah air panas. Jumlah kalor yang dilepas adalah ()
b. Benda yang menerima kalor
- Aluminium jumlah kalor yang diterima ( )
- Air dengan jumlah kalor yang diterima ( )
c. Berdasarkan hukum kekekalan energi (Asas Black)
d. Menghitung persen perbedaan (%P)
2. Untuk logam kuningan
a. Benda yang melepaskan kalor adlah air panas dan kuningan. Jumlah kalor yang dilepaskan adalah ( Q1 dan Q2)
b. Benda yang menerima kalor
- Aluminium, jumlah kalor yang diterima ( Q3)
- Air dingin, jumlah kalor yang diterima adalah Q2
c. Berdasarkan hukum kekekalan energi (Azaz black)
d. Menentukan persen perbedaan (%p)
3. Untuk logam besi
a. Benda yang melepaskan kalor adalah adalah air panas. Jumlah kalor yang dilepas adalah Q1
b. Benda yang menerima kalor
- Aluminium, jumlah kalor yang diterima (Q3)
- Air dingin, jumlah kalor yang diterima adalah Q4
c. Berdasarkan hukum kekekalan energi (Azaz black)
d. Menentukan persen perbedaan (%p)
Kegiatan 2 : Menentukan kalor lebur es
1. Menghitung kalor yang dilepaskan
a. Air biasa (Q1)
b. Aluminium (Q2)
2. Menghitung kalor yang diterima
a. Hal ini (Q3)
b. Hal ini lebur (Q4)
c. Suhu air meningkat (Q5)
3. Menghitung kalor lebur es
4. Menghitung teori kalor lebur es
5. Menghitung perbedaan pengukuran (P)
TABEL ANALISIS DATA
1. Menghitung kalor jenis beerapa enis benda
Sebuah. Aluminium
Tidak
|
Jenis benda
|
Q 1
(kal / g o C)
|
Q 2
(kal / g o C)
|
Q 3
(kal / g o C)
|
Q 4
(kal / g o C)
|
C
(kal / g o C)
|
P
(%)
|
1
|
Aluminium
|
2107.226
|
1185,72
|
2243,94
|
-
|
0.115
|
46
|
2
|
Kuningan
|
2151.006
|
1401.576
|
220.992
|
1938,3
|
0,0059
|
93
|
3
|
Besi
|
2010.162
|
3110.592
|
148.215
|
2199,72
|
1.108
|
0,93
|
2. Menghitung kalor lebur es
Tidak
|
Jenis benda
|
Q 1
(kal / g o C)
|
Q 2
(kal / g o C)
|
Q 3
(kal / g o C)
|
Q 4
(kal / g o C)
|
Q 5
(kal / g o C)
|
C es
(kal / g o C)
|
P
(%)
|
1
|
ini
|
2078.958
|
458.873
|
384.432
|
48.054
|
192.216
|
40,81
|
48
|
PEMBAHASAN
1. Menentukan kalor jenis berbagai jenis benda
Pada percobaan ini yang ingin ditentukan yaitu kalor jenis berbagai jenis benda yaitu aluminium, kuningan dan besi. Dimana untuk menentukan kalor jrnis tersebut alat yang digunakan yaitu termometer, untuk :
Sebuah. Aluminium
Pada percobaan pertam, Untuk logam aluminium, benda yang melepaskan kalor adalah air panas dengan besar 2107,226 kal/goC. Sedangkan benda yang menerima kalor adalah aluminium dan air, kalor yang diterima aluminium sebesar 1185,72. Dan untuk air sebesar 2243,94.
Berdasarkan data tersebut maka diperoleh kalor jenis aluminium sebesar 0,115 dengan persen perbedaan 46 %.
b. Kuningan
Pada percobaan kedua, Untuk logam kuningan, benda yang melepaskan kalor adalah air panas dengan besar 2151,006 kal/goC dan kuningan sebesar 1401,576 kal/goC . Sedangkan benda yang menerima kalor adalah aluminium dan air, kalor yang diterima aluminium sebesar 220,992 kal/goC. Dan untuk air sebesar 1938,3 kal/goC.
Berdasarkan data tersebut maka diperoleh kalor jenis kuningan sebesar 0,0059 dengan persen perbedaan 93 %.
c. Besi
Pada percobaan ketiga, Untuk logam besi, benda yang melepaskan kalor adalah air panas dengan besar 2010,162 kal/goC dan besi sebesar 3110,592 kal/goC . Sedangkan benda yang menerima kalor adalah aluminium dan air, kalor yang diterima aluminium sebesar 148,215 kal/goC. Dan untuk air sebesar 2199,72 kal/goC.
Berdasarkan data tersebut maka diperoleh kalor jenis kuningan sebesar 0,108 dengan persen perbedaan 0,93 %.
2. Menentukan kalor lebur es
Pada percobaan ini dilakukan pada es, zat yang melepaskan kalor adalah air biasa dengan besar 2078,958 kal/goC, aluminium sebesar 458,873 kal/goC. Sedangkan zat yang menerima kalor yaitu es sebesar 384,432 kal/goC, es lebur sebesar 48,054 kal/goC dan air sebesar 192,216 kal/goC.
Berdasarkan data tersebut maka diperoleh kalor lebur es sebesar 40,81 kal/goC, sedangkan teori kalor lebur es sebesar 80 kal/goC. Sehingga persen perbedaannya mencapai 48 %
KESIMPULAN
Simpulan dari percobaan ini yaitu sebagai berikut :
1. menentukan kalor jenis berbagai jenis benda yaitu membagikan kalor dengan massa benda dikali dengan selisih suhunya.
2. untuk menentukan besanya kalor lebur es yaitu mengalikan massa air dengan jumlah lebur es
DAFTAR PUSTAKA
Budi Purwanto . 1987. Teori dan Aplikasi Fisika . Solo : Tiga S erangkai .
Giancoli. 2001. Fisika. Jakarta: Erlangga.
Said, Muh. 2014. Diktat Fisika Dasar 1. Makassar: UIN Press.
Halliday, Resnick, Walker. 2010. Fisika Dasar. Erlangga: Jakarta.
Tim Asisten Fisika Dasar. 2015. Penuntun Praktikum Fisika Dasar. Makassar: UIN Alauddin Press.
LAMPIRAN
1. Untuk logam aluminium
a. Benda yang melepaskan kalor adalah air panas. Jumlah kalor yang dilepas adalah ()
b. Benda yang menerima kalor
1) Aluminium jumlah kalor yang diterima ( )
2) Air dengan jumlah kalor yang diterima ( )
c. Berdasarkan hukum kekekalan energi (Asas Black)
d. Menghitung persen perbedaan (%P)
2. Untuk logam kuningan
a. Benda yang melepaskan kalor adalah air panas dan kuningan. Jumlah kalor yang dilepaskan adalah ( Q1 dan Q2)
1) Air panas
2) Kuningan
b. Benda yang menerima kalor
1) Aluminium, jumlah kalor yang diterima ( Q3)
2) Air dingin, jumlah kalor yang diterima adalah Q2
c. Berdasarkan hukum kekekalan energi (Azaz black)
d. Menentukan persen perbedaan (%p)
3. Untuk logam besi
- Benda yang melepaskan kalor adalah adalah air panas. Jumlah kalor yang dilepas adalah Q1
- Benda yang menerima kalor
1) Aluminium, jumlah kalor yang diterima (Q3)
2) Air dingin, jumlah kalor yang diterima adalah Q4
- Berdasarkan hukum kekekalan energi (Azaz black)
- Menentukan persen perbedaan (%p)
Kegiatan 2 : Menentukan kalor lebur es
1. Menghitung kalor yang dilepaskan
a. Air biasa (Q1)
b. Aluminium (Q2)
2. Menghitung kalor yang diterima
a. Hal ini (Q3)
b. Hal ini lebur (Q4)
c. Suhu air meningkat (Q5)
3. Menghitung kalor lebur es
4. Menghitung teori kalor lebur es
5. Menghitung perbedaan pengukuran (P)